Bela negara merupakan salah satu tindakan untuk membela diri dari serangan lawan. Istilah bela negara sendiri berasal dari kata self-defence yang artinya “The use of force to protect yourself against someone who is attacking you” – Collins Cobuild, 2001:1404). Sedangkan self-help seperti yang telah di uraikan diatas merupakan yang dilakukan oleh bangsa sendiri untuk membela negaranya. Menurut Saeful Anwar, karena tindakan tersebut dilakukan oleh subject bangsa secarak kolektif dan objek yang dilindungi adalah negara dengan segala isinya, maka kata “membela diri” dapat di perluas menjadi “membela negara” atau “bela negara”. Menurut Marsono, pengertian bela negara adalah kewajiban dasar manusia, juga kehormatan bagi setiap warga negara yang penuh kesadaran, tanggung jawab dan rela berkorban kepda bangsa dan negara. Bela negara itu sendiri adalah Warga Negara Indonesia (WNI) yang memiliki tekad, sikap dan perilaku yang dijiwai cinta akan NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang rela berkorban demi kelangsungan hidup bangsa dan negara.Adapun kriteria warga negara yang memiliki kesadaran bela negara adaah mereka yang bersikap dan bertindak senantiasa berorientasi pada nilai-nilai bela negara. Sehingga bela negara adalah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam menjalin kelangsungan hidup bangsa dan negara yang seutuhnya. Istilah bela negara sendiri dalam UUD Negara Republik Indonesia 1945 pasal 27 ayat 3 berbunyi bahwa “Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara”. Pada pasal 27 ayat 3 ini merupakan bentuk untuk memperteguh konsep yang dianut bangsa dan negara Indonesia di bidang pembelaan negara yaitu upaya bela negara bukan hanya monopoli TNO tetapi merupakan hak sekaligus kewajiban setiap warga negara. Bela negara bukanlah harus selalu mengenai angkat senjata, tetapi setiap warga negara dapat turut serta ikut dalam setiap usaha pembelaan negara sesuai dengan kemampuan dan profesi masing-masing warga negara. Unsur unsur yang merupakan dasar dari bela negara, yaitu :

Cinta Tanah Air

Yang dimaksud dengan cinta tanah air adalah warga negara mampu mengenal dan memahami wilayah nusantara dengan baik serta mencintai dan melestarikan lingkungan hidup, serta menjaga nama baik dan mengharumkan Tanah Air Indonesia. Bentuk dari cinta tanah air dapat tercermin dalam sikap dan perbuatan seperti mencintai produk dalam negeri dan rajin belajar bagi kepentingan negara dan bangsa, juga mencintai lingkungan hidup dan melaksanakan hidup bersih dan dapat mengenal wilayah tanah air tanpa ada rasa fanatisme kedaerahan.

Kesadaran Berbangsa dan Bernegara

Kesadaran berbangsa dan bernegara dapat dilakukan dengan menumbuhkan rasa kesatuan dan persatuan bangsa dan negara Indonesia serta memiliki jiwa besar dan patriotisme dan memiliki kesadaran atas tanggung jawab sebagai warga negara Indonesia. Kesadaran berbangsa dan bernegara dapat dicerminkan dengan memiliki sikap disiplin terhadap tugas yang dibebankan, menghormati sesama warga masyarakat dna bersikap “satu” dengan warga masyarakat lainnya yang berbeda suku, ras dan agama. Serta mendahulukan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi atau golongan. Sebagai warga negara harus bangga terhadap bangsa dan negara sendiri.

Yakin Pancasila sebagai Ideologi Negara

Keyakinan dan kesadaran akan kebenaran Pancasila sebagai ideologi negara harus dimiliki oleh setiap Warga Negara Indonesia dikarenakan Pancasila merupakan sumber hukum dan sekaligus sebagai kerangka acuan NKRI karena Pancasila sebagai dasar negara yang telah dapat mempersatukan rakyat Indonesia yang beraneka ragam.

Rela berkorban untuk bangsa dan negara

Maksud dari rela berkorban untuk bangsa dan negara adalah menjadi warga negara yang rela berkorban waktu, harta, raga maupun jiwa untuk kepentingan nusa dan bangsa. Sikap tersebut dapat tercermin seperti bersedia menyumbangkan tenaga, pikiran, kemampuan keahlian dan materi untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan negara, serta yakin dan percaya bawa tidak ada pengorbanan yang sia-sia untuk bangsa dan negara.

Memiliki kemampuan awal bela negara

Kemampuan awal bela negara bagi warga negara sendiri yang terutama adalah kemampuan psikis dan kemampuan fisik, dimana dapat tercermin dalam sikap dan perbuatannya. Memiliki kemampuan integrasi priadi dan kepercayaan diri yang tinggi serta pantang menyerah dalam menghadapi kesulitan dan tahan uji.

Bela negara sendiri mempunyai komponen utama, cadangan dan pendukung yang jika dimana dapat di gambarkan dalam segitiga hierarki menjadi seperti berikut :

Wujud bela negara menurut Pasal 9 ayat (2) UU RI no 3 tahun 2002 tentang pertahanan negara, keikutsertaan warga negara dalam upaya bela negara melalui :

  • Pendidikan kewarganegaraan
  • Pelatihan SarMil secara wajib
  • Pengabdian sebagai prajurit TNI secara sukarela atau secara wajib
  • Pengabdian sesuai dengan profesi dari warga negara.

Bela negara mempunyai hubungan dengan ketahanan nasional yaitu sebagai warga negara dapat melakukan keikutsertaan dalam upaya menghadapi atau menanggulangi ancaman, hakekat ketahanan nasional yang dilakukan dalam wujud upaya bela negara.